Kamis, 14 Juli 2011

Bertahan

Disini ku tetap bertahan
Dengan suara yang tertahan
Ku begini karna sudah tak tahan
Menabir dengan hati yang menahan

Bertahan
Dengan senantiasa mengingat Tuhan
Menyatu dengan diri berkeyakinan
Yang telah menjadi pendidikan

Tertahan
Yang telah lelah menyuarakan
Lelah memberikan peringatan
Hingga jemari ini melantun

Tak tahan
Hati ini yang tersisihkan
Begitu mudah membalik kedua tangan
Yang selama ini ditunjukkan

Menahan
Dengan tetap berjalan
Memahami tabir kehidupan
Untuk tetap memberi kebaikan

Aku Rindu Dia

kala sang alam mulai terlelap,
hening tiada terucap suatu kata.
hanya dapat memandang jauh keatas sana,
membuat membuat rindu ini semakin merona.

kutermangu dalam kesunyian,
tenggelam dalam kebisuan.
hanya hembusan angin malam yang berikan ketenangan,
ketika parasmu jelas tergambar di pelupuk mata.

ingin kurengkuh sosok bayangmu,
namun bayangan hanyalah bayangan.
kurasakan kebekuan menyusup setiap jengkal aliran darah,
kuhela nafas panjang tuk redakan segala sesak yang ada,

saat kutatap rembulan,……
hatiku berbisik “AKU RINDU DIA,
akankah dia tau aku merindukannya…
tak bisa lagi kutahan jatuh air mata ini,

mengiring kerinduan yang tak tertahan lagi.
dan kembali kuberbisik lirih, dengan kepala tertunduk,
“AKU RINDU DIA,AKU SAYANG DIA”
,…….. aku sangat merindukannya.